Dampingi 35 Petani Garut, BRMP Sayuran Kenalkan Teknologi Perbanyakan Benih Kentang Modern
Garut, 7 September 2026 — Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran (BRMP Sayuran) melaksanakan Pendampingan Pengelolaan Benih Kentang sebagai lanjutan rangkaian kegiatan ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) bertajuk “Pengembangan Kawasan Budidaya Kentang Terintegrasi Berbasis Teknologi Modern dan Digitalisasi untuk Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing di Kabupaten Garut”. Kegiatan ini diikuti oleh 35 anggota kelompok tani dari Desa Karamatwangi dan Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Acara ini merupakan tindak lanjut dari Bimbingan Teknis Pengolahan Limbah Organik, Pengenalan Varietas Kentang, serta Bimbingan Teknis Teknik Pengujian Hara, Kesuburan Tanah, dan Pengenalan Patogen Tular Tanah.
Narasumber BRMP Sayuran, Isum dan Caca Supriatna, memaparkan materi benih kentang G0 yang diperoleh dari plantlet hasil kultur jaringan untuk digunakan sebagai tanaman induk (mother plant) sumber stek, lengkap dengan prosedur dan batasan pemanfaatannya. Selanjutnya, peserta mengikuti demonstrasi persiapan dan pembuatan media semai, penanganan serta pemindahan bibit plantlet, hingga teknik pembuatan stek dari tanaman induk ke media semai. Selama sesi ini, petani terlibat aktif dalam tanya jawab dan membandingkan metode konvensional yang biasa mereka gunakan dengan teknik perbanyakan baru yang diperkenalkan.
Peserta menilai tanaman dan umbi kentang hasil budidaya aeroponik dari varietas Atlantik, Golden Agrihorti, Medians, Ventury Agrihorti, Spudy Agrihorti, dan Olympus Agrihorti. Penilaian umbi mencakup jumlah, ukuran, bentuk, warna kulit, dan warna daging, sedangkan penilaian tanaman berfokus pada vigor, warna, jumlah daun, serta morfologinya. Selain itu, Riki Frediansyah mendemonstrasikan pengolahan limbah kotoran ternak menjadi vermikompos, yang hasilnya dimanfaatkan sebagai campuran media semai untuk memperkuat integrasi antara pengelolaan limbah ternak dan produksi bahan tanam kentang.
Perwakilan Kelompok Tani Karya Muda Mandiri, Hasan Ali, menyampaikan apresiasinya atas pendampingan ini. Ia menilai pengetahuan praktis ini menjadi bekal bagi petani lokal untuk berkembang menjadi penangkar bibit kentang potensial di Kecamatan Cisurupan. Hasan Ali juga berharap kegiatan ini dapat terintegrasi dengan rencana pengembangan kawasan agroeduwisata setempat agar produksi benih, budidaya, dan wisata pertanian dapat saling mendukung.